? .: BANK KALBAR | Berita Perusahaan :.


   Tentang Kami :.
   Link Terkait :.

Cegah Kejahatan Perbankan, Bank Kalbar Undang Kapolda Kalbar

BANK Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) mengundang Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar untuk melakukan sharing knowledge dalam rangka mencegah kejahatan perbankan di aula lantai V Kantor Pusat Bank Kalbar, Senin, 23 April 2018.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalbar, Drs. Samsir Ismail, M.M. berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan manajemen dan pejabat Bank Kalbar terhadap kejahatan Perbankan yang marak terjadi dan cara pencegahannya. Dalam pertemuan tersebut, ia berharap, Kapolda Kalbar Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, S.H, M.H. dapat memberikan arahan dan bimbingan untuk manajemen dan pejabat Bank Kalbar.

“Terutama dalam mencegah kejahatan perbankan yang marak terjadi belakangan ini. Seperti froud skimming, perampokan brankas ATM, transfer dana melalui fintech, dan lain sebagainya. Sehingga membuat manajemen, kepala divisi, kepala satuan, dan pimpinan cabang Bank Kalbar lebih waspada terhadap kejahatan yang terjadi, khususnya modus kejahatan perbankan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalbar menyampaikan, pemilihan kepala daerah mendominasi pemberitaan di Kalbar saat ini. “Korelasi pilkada dan perbankan tentu ada. Berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, dalam pilkada tidak tertutup kemungkinan ada money politik, uang palsu, dan lain sebagainya. Ada potensi unsur kejahatan, mudah-mudahan di Kalbar tidak ada, seperti pengalaman kami di Provinsi lain,” jelas Didi.

Ia menambahkan, Kalbar menduduki rangking 1 tingkat kerawanan dari 171 pilkada serentak di Indonesia, dilihat dari 11 variabel tingkat kerawanan pilkada di Kalimantan Barat terdapat semua variabel tersebut. “Hasil evaluasi tiga bulan pertama dari pendaftaran, penepatan, dan kampanye; alhamdulillah, Kalbar belum ada kejadian apapun, dibandingkan provinsi lain. Ini indikasi sebenarnya Kalbar cinta kedamaian dan keamanan,” ujarnya.

Terkait perkembangan perbankan, di Kalbar terjadi berberapa kasus kejahatan. “Tolong mawas diri, awasi bawahan. Karena bagaimana pun juga kejahatan perbankan biasanya melibatkan orang dalam. Ada informasi internal,” katanya.

Kepolisian saat ini sudah dilengkapi alat untuk melacak handphone, gambar-gambar CCTV, dan kejahatan teknologi. “Kami sudah punya alatnya. Penggunaannya tidak sembarangan, jajaran di Kalbar untuk melacak harus tanda tangan kapolda,” ujarnya.

Ia pun meminta kepada Direksi dan Komisaris Bank Kalbar untuk melengkapi seluruh kantor bank dengan CCTV, mulai dari pintu keluar masuk dan tempat sangat rahasia. “Kalau bisa tidak menimbulkan kecurigaan, mana yang harus terbuka dan tertutup,” katanya, “Semakin maju teknologi, sarana prasarana yang mendukung kejahatan juga mengikuti seiring kemajuan itu. Karenanya perlu langkah antisipasi bersama.”

Kapolda juga meminta agar seluruh jajaran dan keluarga besar Bank Kalbar berhati-hati ketika menerima informasi dari handphone, yang sifat akurasinya belum jelas, seperti hoak. “Ini sangat masif, jangan sampai masuk ke handphone kita belum baca semua langsung teruskan ke teman dan jadi viral. Tolong sampaikan kepada keluarga besar, hal ini sangat berbahaya bagi yang bersangkutan.

Share via : Facebook | Twitter