? .: BANK KALBAR | Berita Perusahaan :.


   Tentang Kami :.
   Link Terkait :.

KESUKSESAN MANAJEMEN HUMAN CAPITAL BANK KALBAR

Asset tembus diangka 16,575 trilun dengan laba bersih 338,212 miliar serta NPL Nett 0,17 dan market share kredit 15,43 persen dari total seluruh perbankan di Kalimantan Barat (Kalbar) pada 2017 merupakan bukti bahwa konsentrasi pengembangan manajemen Human Capital (HC) yang diterapkan Bank Kalbar sukses.

Dari total karyawan 1.761 orang yang bergerak di 1 kantor pusat, 19 kantor cabang konvensional, 3 kantor cabang syariah, 57 kantor cabang pembantu konvensional, 2 kantor cabang pembantu syariah, 53 kantor kas konvensional, 6 kantor kas syariah, dan 22 kas mobil Bank Kalbar menggelontorkan pendanaan pelatihan bagi pengembangan keilmuan dan skill karyawan sebesar Rp 19.906.881.212 di tahun 2016 dan Rp 14.352.160.656 pada 2017. Adapun karyawan yang mengikuti kegiatan itu sebanyak 7.181 orang di 2016 dan 8.295 orang di 2017. Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail mengatakan kalau pihaknya juga terus fokus pada pengembangan human capital, di antaranya melalui pelatihan, workshop, seminar, dan bentuk kegiatan lainnya. “Kalau melihat data besaran pendanaan dan jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan tidak seirama juga dengan jumlah karyawannya, itu artinya keberhasilan kami dalam memenej pelatihan tersebut. Kami menghitung 8.295 orang itu dalam setiap tahunnya yang bisa dikuti oleh satu karyawan ada 3-5 kali dalam satu tahunnya.

Sedangkan pendanaan tahun 2017 lebih rendah dari 2016 padahal jumlah orangnya terus bertambah karena ada efisiensi di sana yang kita terapkan,” paparnya pada suatu kesempatan di Jakarta awal bulan lalu. Pelatihan itu pada dasarnya merupakan salah satu langkah bagaimana untuk terus menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dan profitabilitas yang berkelanjutan. Sasaran strategisnya termuat dalam perspektif Learning & Growth yang merupakan satu dari 4 (empat) perspektif strategis dan manajemen kinerja yang diterapkan Bank Kalbar. Dari sisi perspektif Learning & Growth, yakni pengembangan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mencakup kompetensi, motivasi dan penghargaan, budaya dan efektivitas organisasi, Bank Kalbar hendak : Pertama, meningkatkan efektivitas MPP (Man Power Planning) pegawai konvensional dan syaria. Kedua, mengembangkan kompetensi pegawai. Ketiga, meningkatkan efektivitas manajemen kinerja. Keempat, meningkatkan efektivitas talent management & pengembangan karir.

Kelima, memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik. keenam, memperkuat kepemimpinan & budaya perusahaan. Ketujuh, mengoptimalkan struktur organisasi. Kedelapan, meningkatkan efektivitas Knowledge Management (KM) seluruh pegawai Bank Kalbar.

Sistem Pengembangan HC Strategi pengembangan HC di atas merujuk pada sistem yang dikembangkan manajemen Bank Kalbar yang termuat dalam PP (Peraturan Perusahaan) yang dikeluarkan oleh Direksi. Dalam hal ini, Bank Kalbar telah memiliki sistem kebijakan pengembangan SDM yang sangat lengkap. Ini juga bisa disebut sebagai prosedur operasional yang menjadi standar (SOP) yang diterapkan dilingkungan pegawai Bank Kalbar. Antara lain: Budaya perusahaan, karir path management, hak- hak dan fasilitas pegawai, masa orientasi- penempatanmutasi, pelanggaran dan sanksi, pemutusan hubungan kerja, pendidikan dan pelatihan pegawai, pengembangan pemimpin metode mandiri, perencanaan SDM, sistem kepangkatan dan penggajian, dan lain sebagainya. “Itu semua menjadi standar rujukan dalam pengembangan perusahan yang sesuai dengan strategi-strategi itu. Strategi pengembangan SDM dalam perspektif Learning & Growth itu sejalan dengan SOP yang berlaku di Bank Kalbar,” ujar pria paruh baya itu. Pelatihanpelatihan yang sejalan dengan kebutuhan perusahaan, baik di wilayah Pontianak maupun di Jawa atau Bali selalu diikutinya. “Apalagi kalau yang mengundang itu dari pihak OJK atau BI, pasti kita ikuti,” terangya dengan nada pasti.

Namun, tak sembarang pelatihan diadakan dan diikutinya. Karena semuanya mesti mengacu pada pola pengembangan yang sudah ditetapkan Bank Kalbar. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada pegawai itu sesuai dengan proses dasar berikut ini : Pertama, mendesain pelatihan yaitu kegiatan penilaian kebutuhan dan perancangan program-program latihan. Kedua, implementasi yaitu kegiatan menerapkan progamprogram yang pada intinya merupakan kegiatan delivery atau transfer atas pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan terhadap peserta. Ketiga, pemantauan yaitu kegiatan monitoring atas alokasi berbagai sumber daya yang terlibat dalam proses implementasi. Keempat, evaluasi yaitu kegiatan evaluasi pada ”post” dan ”pasca” pelatihan untuk menilai sejauh mana efektifitas pelatihan telah diwujudkan. Itu semua, Samsir menegaskan, untuk mencapai cita-cita yang termuat dalam visi dan misi Bank Kalbar, yakni sebagai perusahaan jasa perbankan yang berkinerja tinggi dan berkembang secara wajar serta memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Ini sebagai visinya. Sedangkan misinya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mengelola dana pemerintah daerah, dan mendorong pengembangan usaha terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Samsir Ismail pada satu kesempatan setelah acara penghargaan TOP BUMD 2018 di Jakarta mengucapkan turut berterimakasih atas peran positif Pemerintah Daerah selama ini. "Atas nama Manajemen Bank kalbar, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Walikota se-Kalimantan Barat, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia atas bimbingan dan arahan sehingga Bank Kalbar bisa memperoleh penghargaan TOP BUMD 2018," pungkasnya.

Share via : Facebook | Twitter