Tentang Kami :.
   Link Terkait :.

TOP BUMD 2016 : BANK KALBAR MELANGKAH MENUJU PERUSAHAAN HEBAT

Masih dalam suasana peringatan hari jadi Ke-52 Bank Kalbar yang jatuh pada tanggal 15 April 2016, Bank Kalbar dinobatkan kembali sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbaik yang berada di Indonesia melalui Acara Penganugerahan Penghargaan TOP BUMD 2016. Bank Kalbar merengkuh 4 (empat) penghargaan dengan 2 (dua) diantaranya merupakan penghargaan atas prestasi dan peningkatan kinerja perusahaan sebagai BPD (TOP BPD 2016) dan BUMD (TOP BUMD 2016). Dua penghargaan lainnya lebih ditujukan secara personal kepada Chief Executive Officer (CEO) Bank Kalbar atas kepemimpinan dan prestasi kinerja BUMD (TOP CEO BUMD 2016) dan Pembina Bank Kalbar yang dalam hal ini adalah Pemegang Saham Pengendali Bank Kalbar Gubernur Kalimantan Barat Bapak Drs. Cornelis, MH (TOP Pembina BUMD 2016). Acara TOP BUMD 2016 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta Kamis lalu (05/05/2016) dihadiri sejumlah jajaran Top Management Bank Kalbar yaitu Komisaris Utama Murdjani Abdullah, Direktur Utama Sudirman HMY, Kepala Divisi Corporate Secretary Dedi Supriadi dan Kepala Divisi Akuntansi Restuanda.

TOP BUMD 2016 merupakan kegiatan penghargaan atau corporate rating kepada BUMD, CEO BUMD dan Pembina BUMD yang dinilai telah memiliki prestasi/kinerja yang baik serta berkontribusi tinggi dalam pembangunan khususnya di daerah. Penilaian kontribusi BUMD, tidak hanya dilihat dari kinerja usaha dan sumbangan Pendapatan Asli Daerahnya saja. namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana peran, keberpihakan, dan keterlibatan BUMD agar menjadi motor pembangunan perekonomian daerah.

TOP BUMD 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia dan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), didukung oleh beberapa lembaga konsultan, para pakar bisnis dan ekonomi independen sebagai Tim Penilai. Proses penilaian berjalan selama 2 (dua) bulan dengan tahapan penilaian yang dimulai dari penentuan 200 BUMD terbaik dari 2.000-an BUMD berdasarkan data dan publikasi ASBANDA (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah), PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia), PERBAMIDA (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah Se-Indonesia) dan ASPARINDO (Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia).

Selanjutnya Dewan Juri dan Tim Penilai mengirimkan kuesioner kepada 200 BUMD terbaik dengan cakupan kuesioner meliputi bidang keuangan, Human Capital, Pemasaran dan Manajemen Kinerja. Kuesioner prestasi CEO BUMD juga disertakan dalam proses penilaian untuk memperoleh CEO terbaik. Berdasarkan data khususnya jawaban kuesioner yang diperoleh, Dewan Juri mengundang 50 finalis TOP BUMD untuk hadir dalam wawancara langsung penjurian TOP BUMD 2016. Dalam kegiatan wawancara tersebut, Dewan Juri melakukan diskusi dan tanya jawab kepada CEO dan Direksi BUMD untuk memperdalam prestasi dan peningkatan kinerja BUMD selama 2 (dua) tahun terakhir yaitu tahun 2014 dan 2015.

Pada proses terakhir, Dewan Juri melakukan sidang pleno untuk menentukan pemenang penghargaan TOP BUMD 2016 per kategori yang dikompetisikan yaitu TOP BPD 2016, TOP BPR 2016, TOP PDAM 2016, dan TOP BUMD Aneka Usaha 2016. Sedangkan untuk kategori TOP BUMD 2016, didasarkan atas hasil penilaian semua bidang kueisoner, yang melibatkan seluruh peserta TOP BUMD dari semua sektor usaha. Penentuan pemenang TOP CEO BUMD diklasifikasi dalam 2 (dua) kategori yaitu TOP CEO BUMD yang dinilai berdasar atas kepemimpinan dan prestasi kinerja BUMD-nya, serta kategori TOP CEO BUMD berdasar Karakter dan Soft Kompetensi yang dinilai dengan metode hand writing analysis. Keberhasilan kinerja BUMD tentunya tidak lepas dari dukungan dan peran Kepala Daerah, sehingga Dewan Juri juga memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah yang BUMD-nya mendapat penghargaan dalam TOP BUMD 2016.

Terkait kredibilitas penghargaan yang diselenggarakan setiap 2 (dua) tahun ini, Ketua Dewan Juri TOP BUMD 2016 Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, MSc.MEng menegaskan bahwa penilaian berlangsung objektif dan independen. “Penilaian TOP BUMD 2016 dilakukan secara objektif dan independen. Proses penilaian telah dilakukan sejak 1 Februari 2016-15 April 2016 dengan melibatkan para pakar dan lembaga tim penilai yakni bidang keuangan oleh Melani K Harriman & Associate, bidang Human Capital oleh Dunamis Human Capital & Harvard – Intelellctual Business Community, bidang Pemasaran oleh Alvara Strategi Indonesia & majalah BusinessNews Indonesia, bidang Manajemen Kinerja oleh PT Sinergi Daya Prima, Portege International, Sardelec Management, CEO oleh Dunamis Organization Services dan CEO Karakter & Kompetensi oleh Dwika Consulting,” jelas Laode dalam kesempatannya memberikan sambutan acara TOP BUMD 2016.

Ditemui setelah penerimaan penghargaan, Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY yang terpilih kembali sebagai CEO BUMD terbaik untuk penghargaan yang pernah diperoleh sebelumnya di tahun 2010, 2012 dan 2014 memberikan aplaus yang luar biasa kepada Gubernur Kalimantan Barat Bapak Drs. Cornelis, MH dan seluruh stakeholders atas dukungan dan keberpihakan kepada Bank Kalbar sehingga Bank Kalbar dapat terpilih kembali sebagai BPD dan BUMD Terbaik. Kemudian apabila berkaca dari prestasi dan peningkatan kinerja keuangan BPD Seluruh Indonesia, Bank Kalbar menunjukkan kinerja yang berada di atas rata-rata.

“Prestasi dan peningkatan kinerja yang diperoleh Bank Kalbar merupakan hasil binaan dari Bapak Gubernur dan dukungan yang tidak terhingga dari stakeholders Bank Kalbar sehingga secara umum, kinerja keuangan Bank Kalbar di tahun buku 2015 yang meliputi aset tumbuh 16,22% di atas rata-rata aset BPD SI yang berada di angka 7,94%, DPK tumbuh 16,59% di atas rata-rata DPK BPD SI yang berada di angka 6,14% dan penyaluran kredit tumbuh 10,70% di atas rata-rata penyaluran kredit BPD SI yang berada di angka 9,06%. Ditinjau dari rasio keuangan, kinerja Bank Kalbar masih unggul dibandingkan rata-rata kinerja BPD SI. Untuk NPL gross misalnya, Bank Kalbar masih berada di angka 0,56% sedangkan rata-rata BPD SI sudah berada di angka 3,67%. Begitu pula dengan rasio kecukupan modal, Bank Kalbar berada pada angka 21,76% sedangkan rata-rata BPD SI berada pada angka 20,61%. Kecukupan modal ini juga menunjukkan perhatian yang luar biasa dari Kepala Daerah khususnya Bapak Gubernur dalam menyertakan modal dan menghimbau para bupati untuk menyertakan modal di Bank Kalbar. Kami segenap manajemen semakin yakin, kinerja bagus Bank Kalbar di tahun 2014 dan 2015 akan menjadi fondasi-fondasi Bank Kalbar melangkah menuju perusahaan hebat (great enterprise),” tutur Sudirman.

Gubernur Kalimantan Barat Bapak Drs. Cornelis, MH yang berhalangan hadir dan diwakili Komisaris Utama Bank Kalbar Bapak Murdjani Abdullah dalam penerimaan penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2016, turut bangga atas prestasi nasional yang diperoleh Bank Kalbar. Bertempat di ruang kerja Gubernur, Cornelis menghimbau agar masyarakat Kalimantan Barat terus memberikan dukungan kepada Bank Kalbar. “Besar kecilnya bank itu tergantung dari masyarakat juga. Berbagai upaya yang dilakukan Bank Kalbar jika tidak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat maka bank akan sulit berkembang. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat untuk membesarkan Bank Kalbar dengan menabung di Bank Kalbar dan mengambil kredit di Bank Kalbar karena keuntungan operasional berupa laba akan dibagikan kembali kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota selaku pemegang saham dalam bentuk dividen,” tutur Cornelis, Senin (09/05/2016).


Share via : Facebook | Twitter