Tentang Kami :.
   Link Terkait :.

Malam Ramah Tamah : SEJARAH BANK KALBAR DALAM BINGKAI BUKU

Pergelaran acara penutupan rangkaian HUT ke-52 digelar meriah pada Sabtu (23/04) malam di Gedung Pontianak Convention Center. Dihadiri pula mantan Direktur Utama Bank Kalbar periode 1989-1996 H. Aspar, SE, Dewan Komisaris, Direksi, Manajemen, Mitra Kerja serta keluarga besar Bank Kalbar. Acara tersebut dihadiri pula YM. Sultan Syarif Abu Bakar Alkadrie pemangku Kesultanan dari Istana Kadariyah Pontianak

Dalam perayaan Resepsi HUT dan malam ramah tamah tahun ini digelar sangat spesial. Sebanyak 75 Doorprize berupa hadiah hiburan dipersiapkan oleh panitia HUT ke-52 kepada seluruh tamu undangan agar acara lebih semarak dan meriah, tentu saja semua tak terlepas dari partisipasi Mitra Kerja Bank Kalbar.

Dalam acara ini pula sejarah Bank Kalbar dikemas dalam sebuah Buku yang bertajuk tentang Sejarah perjalanan panjang Bank Kalbar yang saat ini telah berumur lebih dari setengah abad. Buku tersebut mengisahkan bagaimana suka-duka saat pendirian PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat untuk pertama kalinya oleh Alm. Drs. H. Nurdin saat itu sebagai Direktur Utama dan Almh. Surtilah Unang Saleh Dono sebagai Direktur pada 15 April 1964 silam, pada awalnya Bank Kalbar masih merupakan Perusahaan Daerah (PD) di era Gubernur Kalimantan Barat J.C. Oevaang Oeray. Pada awal pendirian jumlah Modal awalnya dari Pemda Kalbar saat itu sebesar Rp20 juta.

Sedikit dikutip dari buku tersebut, adalah Danny Soelaiman. Ia merupakan salah satu dari pelaku sejarah Bank Kalbar. "Dulu Bank Kalbar kecil, tidak seperti sekarang sudah banyak gedung kantornya. Gedungnya pun tidak hanya di Pontianak, tapi sampai ke daerah-daerah. Dulu sama sekali kami tidak membayangkan bisa sebesar begini". Begitulah ungkapnya saat ditemui oleh tim penulis buku Sejarah Bank Kalbar. Masih segar dalam ingatannya “Nyata di depan mata pada saat 1964 itu hanya ruangan kantor sederhana di bilangan Kantor Gubernur Jalan Sutan Syahrir yang terdiri dari 4 meja tulis, 1 meja buat mengetik, 1 mesin ketik merk Royal, 1 mesin hitung merk ADOX, 1 Steel Cabinet, dan 1 almari (lemari) besi” tambahnya.

Bank Kalbar sejak diresmikan 15 April 1964 menggunakan ruang bekas kepala bagian Perekonomian Kantor Gubernur Kalimantan Barat yang saat itu berlokasi di bilangan jalan Sultan Syahrir - Kota Baru.

Namun saat ini, di usia ke 52 Bank Kalbar telah menjelma menjadi bank besar dan kuat seiring perkembangan zaman yang semakin Modern serta berbasis teknologi informasi yang canggih. Bank Kalbar semakin siap melayani Seluruh Masyarakat Kalimantan Barat mulai dari perkotaan hingga daerah pelosok. Dengan eksistensi yang cemerlang, penghargaan-penghargaan pun selalu dicapai dengan hasil memuaskan. Bank Kalbar sepanjang tahun 2015, diantaranya Bank Kalbar kembali dinobatkan sebagai Bank dengan predikat “Sangat Bagus” selama 15 tahun berturut-turut (tahun 2000 s/d 2014) oleh majalah Infobank dan menerima “Platinum Trophy”.

Bank Kalbar Siap berubah mengikuti perkembangan zaman, saat ini Bank Kalbar bersama Bank Pembangunan Daerah Lainnya (BPD) telah memulai Program Transformasi yang telah diusung oleh ASBANDA bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah dilaunching oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada 26 Juni tahun 2015 di Istana negara. Dalam sambutan Direktur Utama Bank Kalbar pada upacara peringatan HUT ke-52, Sudirman HMY mengatakan bahwa Bank Kalbar siap menjadi Bank yang kompetitif, kuat dan kontributif. Seluruh Bank Pembangunan Daerah, termasuk Bank Kalbar harus melaksanakan program Transformasi tersebut agar mencapai tujuan “Menjadi bank yang berdaya saing tinggi dan kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan dapat menjadi kenyataan “.

Semua keberhasilan tak lepas dari usaha dan kerja keras seluruh pegawai dan Manajemen Bank Kalbar, Stakeholder dan Shareholder pun sangat berperan penting dalam kemajuan yang dicapai saat ini juga kepada Gubernur, Bupati dan Walikota selaku pemegang saham serta DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat yang tak henti-hentinya mendukung bisnis Bank Kalbar dari segala lini dan selalu mendukung penyertaan modal Bank Kalbar. Saat ini modal inti Bank Kalbar sudah mencapai angka Rp1,768 Triliun pada posisi Maret 2016, sehingga sejak tahun 2014 telah masuk dalam Bank BUKU 2.


Share via : Facebook | Twitter